Jumat, 13 Oktober 2017

Kata Konkret dalam Puisi 'Hujan Bulan Juni' Karya Sapardi Djoko Damono

Salah satu cara memahami sebuah puisi, adalah memahami diksi atau pilihan kata yang terdapat dalam puisi tersebut. Ada beberapa makna kata yang terdapat dalam puisi. Kata yang perlu dipahami dalam sebuah puisi disebut dengan kata konkret. Konkret biasa juga ditulis konkrit.Tulisan yang benar adalah konkret meskipun sering dibaca /konkrit/. 

Pengertian Kata Konkret

Kata konkret adalah pilihan kata yang mewakili sebuah makna wujud, makna fisik, dan makna yang sesuai dengan konteks puisinya. Bukan lagi, berupa kata abstrak yang masih belum jelas. 

Kata yang sama, jika digunakan dalam puisi berbeda, bisa memliki makna yang berbeda. Sebelum menjelaskan kata konkret dalam sebuah puisi, ada baiknya kita baca dengan seksama puisii Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono berikut ini!




Hujan Bulan Juni
         Karya Sapardi Joko Damono

Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon yang berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu

Taka ada yang lebih arif
Dari hujan bulan juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
Diserap akar pohon bunga itu
                    (hujan bulan juni, 1994)




Kata Konkret Puisi Hujan Bulan Juni

Ada ada beberapa kata dalam puisi di atas yang bisa digolongkan dan dijelaskan menjadi kata konkret, antara lain:  hujan, jalan, pohon, akar, bunga.

Berikut ini penjelasan lengkap tentang masing-masing kata konkret dalam puisi di atas.

Kata konkret pertama: hujan

"Hujan" mewakili manusia yang terjatuh. Konkretisasi kata hujan yang dimaknai sebagai manusia bisa dikaitkan dengan kata tabah dalam bait pertama puisi di atas. Disebutkan bahwa hujan sangat tabah. Dianggap tabah karena jatuhnya pada Bulan Juni berarti jatuh berkali-kali tidak pada tempatnya. Secara ilmu pengetahuan, Juni biasanya musim kemarau. Tidak ada hujan.

Kata konkret kedua: jalan 

kata jalan terdapat pada bait kedua baris terakhir. Dalam puisi di atas, kata jalan bisa dikonkretisasi (dimaknai) sebagai kehidupan (jalan kehidupan). Jadi, maksud ragu-ragu di jalan itu, adalah kondisi ragu dalam menghadapi kehidupan.

Kata konkret ketiga: pohon

“Pohon” mewakili manusia yang diam saja tapi indah. Yang dimaksud dengan pohon di sini adalah sesuatu yang dirindu dan berbunga (indah). Meskipun tidak bergerak mampu menyerap rindu.

Kata kongkret keempat: akar

Akar adalah benda dan bagian pohon yang terdapat di dalam tanah, tidak tampak oleh orang lain. Berfungsi sebagai penyerap sari makanan yang berguna bagi pertumbuhan seluruh bagian pohon. Akar dalam puisi di atas dapat dikonkretisasi sebagai perasaan atau jiwa yang juga sekaligus sebagai pikiran. 

Akar juga bisa dimaknai sebagai tindakan diam-diam. Disebutkan dalam puisi di atas bahwa, hujan itu sangat arif, yang mampu diserap pohon secara diam-diam.

Kata konkret kelima: bunga

“Bunga” mewakili perempuan.


Demikian penjelasan dan analisis puisi berdasarkan kata konkret yang terdapat di dalamnya. Semoga bermanfaat, baca dan unduh juga analisis puisi yang lainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar