Sabtu, 16 September 2017

Pembahasan soal UN 2016/2017 Bahasa Indonesia SMA/MA: INTI KALIMAT


Menemukan Inti Kalimat
Pembahasan soal UN 2016/2017 Bahasa Indonesia SMA/MA (soal nomor 15)



Kunci Jawaban : A

Pembahasan

Soal di atas menanyakan inti kalimat. Jika dikaitkan dengan kisi-kisi UN 2016/2017 Bahasa Indonesia SMA/MA, soal tersebut termasuk ke ruang lingkup materi membaca nonsastra level kognitif aplikasi atau penerapan. Kompetensi yang diuji adalah menemukan inti kalimat.
Inti kalimat di atas adalah pemerintah mengoptimalkan perlindungan kepada pekerja (jawaban A). Pola kalimat di atas adalah S + P + O + Objek penyerta
Jawaban B tidak tepat karena ada frasa pada unsur predikat (terus mengoptimalkan). Jawaban C tidak tepat karena frasa hak-hak pekerja adalah bagian dari unsur keterangan (melalui program pemenuhan hak-hak pekerja). Jawaban D dan E tidak tepat karena kalimat-kalimat tersebut memiliki unsur keterangan (dengan anggaran)

Ringkasan Materi

MENEMUKAN INTI KALIMAT

Beda Inti kalimat dan Kalimat Inti

Judul di atas dan keseluruhan tulisan ini merupakan respons saya atas pertanyaan yang sering saya dapatkan ketika mengajar di kelas atau lewat email yang masuk. Kedua istilah itu--inti kalimat dan kalimat inti--sering dianggap sama dan ada pula yang menganggap berbeda.

Menurut saya, secara istilah, kedua hal tersebut berbeda. Akan tetapi, dalam kaitannya dengan soal-soal tes (terutama tipe soal ujian masuk PTN, seperti SNMPTN, UM UGM, Simak UI, UMB, kedua istilah itu dapat dipersamakan. Inti kalimat adalah unsur-unsur inti di dalam sebuah kalimat, yaitu suatu unsur yang wajib ada dalam sebuah struktur kalimat. Sebuah kalimat harus memiliki subjek dan predikat. Jadi, inti kalimat adalah SUBJEK dan PREDIKAT. Selain itu, bisa juga OBJEK, tapi dengan syarat kalimat itu kalimat aktif transitif. Unsur yang bukan inti adalah KETERANGAN. Sebaliknya, kalimat inti adalah satu jenis kalimat yang memiliki syarat (1) terdiri atas inti-inti kalimat, (2)inti-inti kalimat itu pun harus merupakan sebuah kata, bukan frasa; dan (3) berintonasi netral.

Misalnya:

Ayah pergi ke Bandung.

Inti kalimat tersebut adalah Ayah pergi, sebab S=ayah dan P=pergi, sedangkan unsur yang bukan inti adalah ke Bandung sebab merupakan Keterangan. Namun, kalimat tersebut bukan termasuk kalimat inti, sebab memiliki unsur yang bukan unsur inti, yaitu K=ke Bandung.

Ibu memasak sayur.

Kalimat di atas memiliki unsur inti, yaitu S=ibu, P=memasak, dan O=sayur. Sekaligus juga kalimat tersebut tergolong ke dalam kalimat inti, sebab semua unsur inti merupakan sebuah kata.

Sering kita jumpai dalam soal tes pertanyaan yang berbunyi Apa kalimat inti dari kalimat luas di atas? Maksud pertanyaan tersebut berarti kita diminta untuk menentukan inti kalimat, sekaligus juga inti frasa jika inti kalimat tersebut berupa frasa.

Misalnya: Anak kecil itu sedang berjualan tadi.

Inti kalimatnya adalah S=Anak kecil itu dan P=sedang berjualan. Kata tadi bukan unsur inti sebab Keterangan. Sebab S dan P masih berupa frasa, kita harus tentukan inti frasanya juga. Inti frasa pada S=anak, sedangkan pada P=berjualan. Jadi kalimat inti pada kalimat di atas adalah Anak berjualan.
183 Contoh Kalimat Inti dalam Bahasa Indonesia

Pengertian Kalimat Inti

Kalimat inti biasa juga disebut dengan kalimat sederhana. Kalimat inti biasanya hanya terdiri dari subjek dan predikat. Walaupun minimal hanya ada dua unsur saja yaitu subjek dan predikat, akan tetapi kalimat inti tetap mempunyai makna. Beberapa unsur kalimat yang diperbolehkan ada dalam kalimat inti adalah subjek, predikat, objek, dan pelengkap.

Subjek adalah pelaku verba (predikat). Subjek biasanya merupakan orang, atau nomina. Predikat adalah verba atau kata kerja yang merupakan aktivitas subjek. Subjek dan predikat harus ada dalam suatu kalimat. Unsur kalimat lain yang diperbolehkan ada dalam kalimat inti adalah objek. Objek merupakan kata benda yang berhubungan dengan subjek dan predikat. Sedangkan pelengkap adalah kata yang berfungsi menegaskan predikat. Oleh karena itu pelengkap terletak di belakang predikat. Predikat berbeda dengan objek. Objek dapat berperan sebagai subjek, sedangkan pelengkap tidak dapat berperan sebagai subjek.

Ciri Ciri Kalimat Inti

Untuk dapat mengenali suatu kalimat inti, perlu mengetahui apa saja ciri-cirinya. Berikut adalah ciri-ciri kalimat inti:

  • Kalimat inti harus mempunyai unsur-unsur dasar dalam sebuah kalimat
  • Kalimat inti dapat terdiri dari Subjek – Predikat (S-P), Subjek – Predikat – Objek (S-P-O), atau Subjek – Predikat – Pelengkap (S-P-Pel).
  • Tidak ada unsur keterangan dalam kalimat inti
  • Kalimat inti berupa kalimat aktif
  • Bersifat sebagai kalimat berita
  • Unsur penyusun kalimat bukan suatu frasa akan tetapi berupa kata
  • Kalimat inti bukan merupakan kalimat negatif

Contoh Kalimat Inti
Contoh kalimat inti dibedakan menjadi kalimat inti berpola Subjek – Predikat (S-P), Subjek – Predikat – Objek (S-P-O), atau Subjek – Predikat – Pelengkap (S-P-Pel).

Pola Subjek-Predikat (S-P)

  1. Adik menangis
  2. Kakak bermain
  3. Ibu memasak
  4. Kayla bernyanyi
  5. Daun menguning
  6. Ayah lelah
  7. Kita bersalaman
  8. Mereka berpelukan
  9. Merapi meletus
  10. Ani bekerja
  11. Bayi mengompol
  12. Nenek mengantuk
  13. Kereta berangkat
  14. Indonesia berduka
  15. Rembulan bersinar
  16. Polisi menembak
  17. Dedaunan berguguran
  18. Kamarku berantakan
  19. Rina mengepel
  20. Rozi menyapu
  21. Ima belajar
  22. Matahari terbenam
  23. Rico terjatuh
  24. Wawan berlari
  25. Kami berdiri
  26. Aku bertanya
  27. Ibu berdoa
  28. Budi berkendara
  29. Adik berbohong
  30. Mereka berkelahi
  31. Nana tertidur
  32. Wanita itu terbunuh
  33. Kakak bercocok tanam
  34. Keduanya bertabrakan
  35. Dia terduduk

  1. Kami bergurau
  2.  Dia terbunuh
  3. Riki menyendiri
  4. Presiden akan berkunjung
  5. Tuhan maha berkehendak
  6. Ibu berjanji
  7. Wanita terbantai
  8. Dia bersumpah
  9. Semua orang bersiap
  10. Ibu Guru bercerita
  11. Pemuda itu tergoda
  12. Sniper bersiaga
  13. Para fans berteriak
  14. Para simpatisan berkumpul
  15. Warga berkerumun
  16. Akmal bersimpuh
  17. Sapta bergerak
  18. Saras tergoda
  19. Adik berenang
  20. Kakek terlupa
  21. Adi berpidato
  22. Denada bercermin
  23. Kiki tercebur
  24. Jariku terpotong
  25. Aku bingung
  26. Dia berkata-kata
  27. Mereka menjauh
  28. Ibu menjahit
  29. Aku mengantuk
  30. Tubuhku memanas
  31. Ibu bersujud
  32. Luki terperanjat
  33. Bayi merangkak
  34. Orang itu mencuri
  35. Jojon bersalah

Subjek-Predikat-Objek (S-P-O)

  1. Ayah menghadiri pernikahan
  2. Ibu memasak bubur
  3. Anto membongkar motor
  4. Pak Haji menyumbang emas
  5. Rini membeli baju
  6. Rosa menyanyikan lagu
  7. Ibu menyimpan perhiasan
  8. Kakak mengunci pintu
  9. Bagus menyukai Lisa
  10. Karyawan menerima tunjangan
  11. Buruh meminta gaji
  12. Hansip menjaga keamanan
  13. Polisi menangkap pencuri
  14. Rani merawat kucing
  15. Ibu memarahi kakak
  16. Pemerintah memberikan bantuan
  17. Pak Camat meresmikan gedung
  18. Ayah memarkir mobil
  19. Adik melihat kereta
  20. Andre menutup jendela
  21. Bibi menyirami bunga
  22. Hilmi mendonorkan darah
  23. Ibu menyayangi anaknya
  24. Adik menonton kartun
  25. Tono membuang sampah
  26. Nisa mendapat hadiah
  27. Wibi membeli buku
  28. Tina menyapu halaman
  29. Lola mengepel lantai
  30. Wartawan meliput berita
  31. Dia mengunyah permen
  32. Ibu melipat baju
  33. Wisnu menyetir mobil
  34. Ayah menggoda ibu
  35. Bu Risma menyiapkan bekal

  1. Bu Tri memarahi petugas
  2. Anton meninggalkan bajunya
  3. Yanti menceritakan kisah tragis
  4. Ibu mencicipi sayur
  5. Putri menuang air
  6. Pembantu membersihkan dapur
  7. Dila menggosok gigi
  8. Siti menulis artikel
  9. Rini meminta jawaban
  10. Kami menarik tali
  11. Aku mencintai dia
  12. Ahmad menyukai bola
  13. Ayah memenuhi kebutuhan
  14. Adik menyembunyikan makanan
  15. Aku mengatasi masalah
  16. Wati menutup telinga
  17. Dokter merawat pasien
  18. Penjajah membantai pribumi
  19. Helena mendonorkan darah
  20. Kancil menyelamatkan semut
  21. Ibu membenci pembohong
  22. Polisi mengatur jalan
  23. Saleh membuat adonan
  24. Kakak menggendong adik
  25. Pendemo mengangkat papan
  26. Doni meniup terompet
  27. Direktur menipu karyawan
  28. Budhe menampar Fitri
  29. Nenek menunggu kakek
  30. Adi membuat pidato
  31. Pak Kunto menanma kedelai
  32. Kakak mengatur volume
  33. Rina membasuh muka
  34. Tukang menggali sumur
  35. Kemal mengikuti Dewi

Subjek-Predikat-Pelengkap (S-P-Pel)

  1. Daerah kutub bersuhu rendah
  2. Mukanya terpenuhi jerawat
  3. Kami berjabat tangan
  4. Korban pencurian tertolong warga
  5. Pencuri tertangkap warga
  6. Ayah tertipu sales motor
  7. Ibu berjualan sayur
  8. Ratih berjiwa besar
  9. Ruko terbakar habis
  10. Toni tertimpa pohon
  11. Melati berwarna putih
  12. Muslim berpuasa wajib
  13. Ibu menangis haru
  14. Tanganku tersayat pisau
  15. Mandira menangis tersedu
  16. Mereka bergandengan tangan
  17. Kami berpelukan erat
  18. Edwin terpilih sebagai bendahara
  19. Ali bersemangat pulang
  20. Rico bercelana pendek
  21. Presiden berjalan cepat

  1. Peggy tertembak peluru
  2. Alice terkena cat tembok
  3. Kakek berambut putih
  4. Bowo berkelakuan baik
  5. Pemuda itu berkata kasar
  6. Malika tertabrak mobil
  7. Perempuan itu berteriak lantang
  8. Aksi berjalan lancar
  9. Pasangan mesum terpergok warga
  10. Bibi berdagang daster
  11. Tina berbagi cinta
  12. Aku bertaruh makanan
  13. Dia berkata tidak
  14. Lurah berbuat salah
  15. Hacker bertindak ilegal
  16. Aku bertemu presiden
  17. Rizky berjalan pelan
  18. Kirana berhati keras
  19. Ian terbukti benar
  20. Andik bertindak arogan
  21. Ayah berjanji padaku
  22. Dicky berkata kasar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar